Keadilan

Yang kecil, yang miskin, akan semakin tertindas. Yang kaya. Yang berpangkat semakin berkuasa. 
.
Dengan gampangnya mereka merencanakan sesuatu. Meraka tak butuh tenaga melakukannya biarkan uang dan kekerabatan yang berbicara. 
.
Dimana pun itu sistem rimba tetap berlalu. Yang kaya akan produktif yang miskin akan kekuasaan akan punah.
.
Berlebel kesetaraan berkedok harga teman. Teman, sahabat karir memang setia. Kesetiaan itu tak berlaku jika kau tak amanah. Kesetiaan? Apa kau dibayar atas kesetiaan itu? Dengan kekerabatan? Dengan uang? Dengan pangkat? Mengapa kau berani setia melindungi yang salah? Mengapa kau berani setia melindunginya yang jelas-jelas melakukan kesalahan. Tak amanah. Tak jujur. Tak konsisten. Dalam menjalankan tugasnya sebagai seorang manusia. 
.
Berkedok teman. Berkedok sahabat karir. Semuanya pun kau tutupi. Jeles-Jelas kau melihat kecurangan itu. .
.
Ku bersuara. Ku tatap salah. Ku diam juga salah. Diam melihat seorang yang telah melakukan kecurangan dalam menaati peraturan. Melihat kemungkaran kau tetap setia menjaga sahabat karib mu. Samapai kapan kau menjadi anjing penjaganya? Tak sadar kau telah menjadi boneka berenergi harga teman. 
.
Ku ingin menerima masukan tindakan apa yang baik saya lakukan atas kecurangan yang kulihat itu. Ku tetap salah. Salah Mengapa hal itu harus kau curahkan. Orang awan seperti ku tetap salah. Menanyakannya saja salah. Memang keluarga mereka berpangkat. Memang keluarga mereka kaya. Memang dia pantas berkuasa. 
.
.
Terima kasih atas pelajaran yang sangat penting ini. Sekarang ku tahu bagaimana memposisikan diri ku yang tak tahu akan sistem ini. Aku baru menginjakkan kakiku di kehidupan luar.
.
.
Maaf atas tindakan ku yang membuat sistem itu berantakan. Maaf atas ketidaktahuan ku tentang hal itu. Maaf atas tindakan ku selama ini. 
.
Sekian. 
Kan ku pendam pengalaman ini. Takkan ku berbalik bersamanya lagi. Hanya ingin menengoknya sebagai pengalaman untuk kedepannya. 

Komentar

Postingan Populer